Monday, August 10, 2015

TEMBUS LANGIIIT... BANDUNG JUARA

“Kang, RINTA belum bisa move-on dari suasana Milad 4 #SedekahRombongan… Kereeeen pisan euy… Terkesan sekali, dan tak semuanya bisa diucapkan dengan kata-kata makanya ditulis di http://www.kompasiana.com/rintawulandarii langsung…!”. Begitulah kurang lebihnya gabungan dari penggalan chat Whatapps antara Rinta dengan saya, baru beberapa bulan ikut gabung di #SR dan diparipurnakan dalam wahana komunikasi MILAD 4 #SR – Rinta menyimpulkan rasa syukur sudah terhubung dengan #SedekahRombongan, ketemu orang-orang hebat, orang-orang kaya dari seluruh Indonesia yang bekerja berombongan menyayangi para dhuafa sakit.

@rintawulandari, seorang perawat muda lulusan Poltekes yang bekerja di salah satu rumah sakit besar di kota Lampung adalah juga seorang Kurir #SR di daerahnya seperti kita semua para Kurir #SR. Semoga ia beserta teman-teman di Lampung terus menjadi matahari yang menghangatkan para kaum dhuafa yang sedang berihtiar melawan sakit. 
Ya memang, baru saja semingguan berlalu sebuah perhelatan akbar untuk kalangan relawan #SedekahRombongan seluruh Indonesia. MILAD 4 #SR di Cikole Lembang Bandung, Sebuah wahana komunikasi langsung antar kurir, sebagai jembatan saling mengenal dan berinteraksi walau dalam waktu yang sangat singkat. Terasa dikumpulkan secara alami orang-orang yang selama ini mengisi kebahagian para pasien miskin di daerah-daerah, layaknya MUKTAMAR sebuah ORMAS dan lebih definitive “Orang-orang kaya sedang mengadakan acara silaturahim”.

Adanya Out-put yang berdampak sukses pada Milad 4 #SR tentunya dikemas oleh segelintir orang-orang yang bergenre PANITIA MILAD 4, inilah topik tulisan yang saya kemas sebagai apresiasi untuk Kurir #SR menjadi Panitia MILAD 4. Yang membuat MILAD mengesankan, merindukan, membakar semangat semuanya… Begitu katanya, Alhamdulillah.

Saat hajat giliran ini dikumandangkan setahun lalu di Jogjakarta, dan Jawa Barat ditunjuk sebagai HOTSPOT Milad 4 maka Bogor adalah kandidat pertama untuk digelorakan. Namun dengan pertimbangan Kurirnya kang Guguh yang tidak banyak dan Lokasi yang tidak dapat menyangga integrasi kedatangan tamu dan agar well-organized mentreatment tamu maka situs miladpun beralih ke Lembang Bandung. Sebuah lokasi hutan pinus petilasan pemerintah kolonial belanda, tempatnya natural, tanahnya korugatif berbukit dan udaranya dingin menusuk tulang.

Hari kedua Ramadhan adalah Kick of Meeting Panitia yang melibatkan beberapa ragam kurir kabupaten, kita pusatkan acaranya di dekat Grand Depok City. Sebuah warung bakso malang milik @wirawiry seorang kurir Depok yang setahun ini pasif bergerak karna kesibukannya, maka biarlah momen KOM Panitia ini sekalian ajang melipat-lipat pahala… Ya Bukbernya, ya Silaturahimnya, ya bikin warungnya si @wirawiry laris dan terkenal…

Formasipun terekam, Kang @cucucuanda sebagai putra Bandung asli berperan sebagai Ketua Panitia Milad dan sedangkan aku sendiri menjadi Sekretaris yang secara defacto sebagai Sutradaranya. Disambung kebawahnya rangkaian-rangkaian seksi-seksinya yang kita putuskan berfalsafah “We’ll put the right man on the right place” :
  1. @abahlutung beserta @ambulutung yang biasa sehari-hari masakin pasien kanker jadikan seksi konsumsi dibantu mbak Endang Wahyuni yang rempong tapi very helpful,
  2. Acara kita gabung Kurirwati yang aktif dan rame: @mustikanoverita - @rianananudz dan the tough girl @nanabagio 
  3. Dekorasi kita percayakan pada Azep Bima and The Gang yang sehari-hari mengerjakan design grafis di Bandung, Beliau bawa ikon Jabar yaitu tokoh wayang Chepot yang kalo disidik-sidik emang mukanya mirip kang Asep. 
  4. Akomodasi, kita berikan kepercayaan pada @avinptr yang kata orang sunda someah dan luwes seperti reseption hotel. 
  5. Transportasi kita plot pada @omguguh yang memang bercita-cita ingin punya armada transportasi ratusan unit dan hobbynya bikin berisik jalan dengan sirinenya dan @bratamanggala yang sangat performed mengorganize kebaikan hingga ke belahan pulau Papua. 
  6. Keamanan kita sematkan lencananya untuk orang-orang yang berwajah pas, sangaaaar mirip kang Murad di Preman Pensiun dan tegas yaitu kang @deri_darusman @asepAKBP 
  7. Kesehatan/P3K, dihandle dr.Widhi, Rinta, Sasa dan parakanca yang cantik-cantik.. dan berimbas yang sehatpun ingin dirawat. 
  8. Perlengkapan sengaja kita pilih wajah-wajah yang bisa kita kenal suka ngumpulkan barang-barang bekas berkwalitas yaitu @mardisay – Dodo Sarkado yang memang account twitternya saya males nyebut… Susah, lebay dan gak berarti… 
  9. dan seksi-seksi lain-lainnya..
Walau pada kenyataannya kita saling membantu antar seksi, menopang tanpa keluh kesah yang dirasa, begitulah… Karna doktrin yang dipegang panitia adalah: Making BANDUNG JUARAAA, Tamu harus bahagia dan Panitia tidak boleh leha-lehaaa… Alhamdulillah, hanya perlu 5 kali meeting di Cikole dan meeting kelima adalah saat seminggu sebelum perhelatan dilaksanakan. Kita sudah siap 90% baik sarana dan prasarana hanya tinggal 10% terkait pembiayaan milad dan konfirmasi para tamu khusus yang membuat kita belum tenang. 

Jumat, 31 Juli 2015, Beberapa Kurir Panitia sudah mulai ada yang bergerak ke Lembang Bandung, termasuk saya ditemani kak @robbyadiarta kurir Kudus yang sejak kamis siang sudah mendarat di HalimPK dan @SahuriNur admin Webnya #SR. Kami sampai di DarutTauhid langsung berkordinasi dengan @omguguh cek kesiapan penginapan sementara tamu, makan siang lalu langsung ke TKP Cikole. Jelang Ashar terlihat di Blok E kawasan kamping Cikole Jayagiri Resort telah berdiri puluhan tenda dan instalasi stage yang akan selesai, sekitar 20 kurir lebih bersama-sama saya kerahkan untuk memulai mendirikan Photo Booth, Banner, Backdrop dan Signboard untuk memudahkan peserta milad besok terpandu.

Bismillah, Jumat malam penghujung Juli 2015 hingga 1 Agustus 2015 Sabtu pagi dan siang… Para tamu dijemput dan saudara-saudara kita kurir dari luar kota Bandung berdatangan: Jateng, Jatim, Surabaya, Malang, Pantura, DIY, Jabar, Lampung, Balikpapan, Pontianak, Batam, Maros, Makassar, Palu hingga ustadz Dayat yang sedang berlibur dari kuliahnya di Madinah dan Frids Soleman Lumba – Seorang Pendeta dari Papua yang sudah 2 tahun lebih menjadi Kurir di Bumi Cendrawasih. Dahsyaaaaattt…

Sumringah, senyum lebar saat kaki pertama menginjak Cikole Jayagiri Resort semua kurir kurir saling berpandangan, berpelukan dan suasanapun menjadi ramai riuh rendah suara tak beraturan. Seksi konsumsi dibuat kalang kabut karna keluar dari skedul yang datang langsung dini hari untuk dijamu sarapan diluar rencana hingga mencapai 80an orang, dalam kekhawatiranku ada kata biarkan saja mbak Endang Wahyuni, @nanabagio dan @SuharnaYana menanggung malu jika tidak militan menyiapkan sarapan pagi tamu.. hehehehe… Cuciaaaan deh luh…

Sementara, Nguing-nguing sirine 8 unit ambulance dan 1 Ford Ranger lengkap dengan lightbarnya sedang membelah kemacetan Sukajadi – Lembang. Praktis 20 menit dapat menambah lengkap jumlah peserta milad yang lebih duluan datang, lanjut ke Camp Zone Blok E, bersama-sama mengangkut barang, mengisi daftar tamu, melihat daftar tenda… Whuihhh kereeen Panitia – Ada signboard Toilet Wanita dan Pria, P3K Kesehatan, Mushola, Nama-nama peserta di group tenda, Dapur Konsumsi, dll…  Sangat explaining kata kak @robbyadiarta, ini mungkin yang bikin @rintawulandari gak berenti-berentinya ngetik dan belum move-on dari suasana milad. 

Sabtu, 1 Agustus 2015, Tepat jam 12.00. Aku, @nanabagio si bawel yang ngangenin sekarang… si Tough Girl yang masih mikirin milad padahal besok tanggal 2 harus terbang ke Korea untuk memulai kuliah S2nya. Ditemani mas @mawanhananto KorKab Wonogiri - kami OPENING MILAD 4 #SR, kami greeting, welcoming speech dan membacakan rangkaian jadwal milad serta petunjuk untuk peserta, sementara panitia lainnya mulai dengan kesibukannya… P3K mulai menerima pasien yaitu kurir yang muntah-muntah kelelahan dari perjalanan hingga yang tak tahan udara dingin dan aku, mas Mawan serta kawan yang lain bergantian bernyanyi diatas panggung, sebuah perhelatan unjuk suara para penyanyi AMI AWARDS dadakan Kurir #SR yang pasti sebagian penontonnya ada yang tidak suka mendengarkan suaraku dan lebih memilih main PaintBall.


Setelah Maghrib berjamaah, puncak acara dimulai ba’da Isya, dibuka Trio MC Nana 1, Ove dan Dedy Fals, turut hadir memeriahkan suasana si Panglima #SR @Saptuari dan kek @JamiAzzaini di tengah-tengah acara, sementara aku di samping panggung yang sebentar-sebentar dipanggil MC untuk konfirmasi - Padahal hatiku sedang galau karna jelang Maghrib Sekpri Wagub Jabar menginfokan kemungkinan gagalnya bang Deddy Mizwar hadir sesuai rencana, aku tetap berkordinasi dengan Gus Nas yang begitu dekat dengan bang Deddy. 

Riweuhnya lagi terasa saat dikabarkan, katanya Kurir Tasik Ade Buser habis Paintball badannya meriang tapi sudah diobati dr. Widhi dan suspect sementara teman setendanya yang semuanya mahluk primitif anak buah kang @luchakiem yaitu KULIR Tasikmalaya: Reza, Miftah, Adi dan Kiner katanya Ade Buser kemasukan mahluk halus, aku langsung tenangkan Ade dengan menjelaskan ketauhidan pada Allah… Bahwa kamu kelelahan dan bukan kerasukan setan.. Itu Mustahil… Masa setan kemasukan ke setan? Jeruk makan jeruk dong… Akhirnya Ade sembuh dan bersaksi di acara milad. Jam 20.30 Protokol Wagub menghubungiku dan membuat sedikit bahagia walau kata-katanya belum menjadi garansi Wagub hadir, aku susah payah berjalan ke depan halaman parkir depan kantor ditemani kang Aif yang setia menemani. Kami langsung ketemu pak Imam Protokol Wagub dan menjemputnya ke lokasi Milad seraya berkata, “Kang Eded, Protokol harus sudah meninjau lokasi dan stembey menunggu walau Wagub datang atau tidak jadi mohon maaf saya izin berada disini!”. Kita siapkan kopi hangat segelas di meja makanan belakang para peserta.

Rangkaian acara berututan tertib terlaksana, hingga pukul 21.30 kang Imam menerima telpon dan menyampaikan padaku, “Kang, Wagub confirmed hadir, sudah jalan dari rumah dinas barusan. Yuk kita jemput ke depan.!”. Aku langsung semangat padahal lelahnya belum hilang setelah hari ini sudah 2 balik dari gerbang Cikole Jayagiri ke Blok E, Seksi keamanan dan acara kuhubungi. Selingan seksi konsumsi nyelak perjalananku menanyakan bisakah masakan mereka disajikan sekarang? Masya Allah… Semua panitia konsisten.

Ngasngesngos paru-paruku bekerja, di kegelapan perjalanan yang naik turun bukit ke gerbang terlihat BASIL si seksi obor, mahasiswa Bandung adiknya kang Zarkoni sedang memperbaiki obor yang jumlahnya hampir 50an. Gila neh anak…! gak bawa teman dan cuma sendirian aja di kegelapan hutan gak takut JIN apa?. Dalam hatiku bangga berkata, “Basil kamu saya marking akan dilibatkan lagi buat acara selanjutnya nanti, yaitu menyambut Presiden RI di Milad yang akan datang. Tapi tetap kamu BAGIAN OBOR…”. Tak sampai setengah jam tiba di front office Wagub tiba dikawal Voorijder dan sebuah mobil lagi dibelakangnya berhenti bersamaan, Protokol membukakan pintu dan Wagubpun keluar bersama waktunya dengan pintu depan pengawalnya terbuka. Senyumnya keluar mengucapkan salam dan berkata, “Sehat luh ded?”, yang langsung aku salami dan peluk seraya menjawab salam. Alhamdulillah, Kita berjalan hampir 15 menit sampai Blok E dan sesi acara waktu itu sedang diisi kek Jamil dan kek Jamil mendadak menghentikannya untuk menyambut Wagub Jabar DEDDY MIZWAR. Suasanapun tambah menghangat kedatangan JABAR 2 yang juga aktor film yang fenomenal.

Badanku tak dibalut baju dingin karna masih berkeringat tapi terpaksa harus langsung menemani Wagub NAGA BONAR, Gus Nas, kek Jamil, Ustadz Mujawid dan Frids duduk paling depan saat mas @saptuari menjelaskan selayang pandang #SR pada Wagub. Hingga di luar konsep acara mas @saptuari minta aku memberikan tambahan sambutan dengan #SR di Jawa Baratnya, spontan saja aku tersedak saat menikmati ubi rebus yang belum sempat aku telan. Kontan susah nafas, mata melotot berair campur nervous di depan Wagub, namun ini malah menghangatkan suasana dimana terkesan ada adegan lucu saat Kingkong (baca: mas Saptuari) memberikan minum padaku… Kalo kata kang Ade Buser, “Kang Eded kabuhulan euy…”.

Aku sampaikan sambutan dengan tidak formal, terkesan sambutan keluarga yang sudah lama dikenal, dengan retorika kampungku yang susah menghindar dari guyon. Tapi kata teman-teman itulah pidato yang mencairkan kebekuan acara… Hangat dan akrab hingga Gus Nas, kek Jamil terbahak-bahak…! Best Speech of mine… Luar biasa kang Eded pidato di depan orang-orang hebat: Wagub, Motivator Jamil dan Kyai/Budayawan Gus Nas… Apa Iyaaa bro?.

Panitia sangat sigap mengiring semua acara dan aktifitas dengan mulus, aku tak sempat lagi melihat satu-persatu tim terbaikku… Kemana Deri, Guguh, Brata, Zarkoni, Abah, kak Endang, Dll? Oh iya aku lupa mereka semua sedang dapat tugas pengawalan dari KANG BAHAR. Hingga lepas acara Wagub menyempatkan waktu luang berphoto dengan para peserta Milad hingga sempat melongok seksi dapur yang kebanyakan orangtua para pasien kanker RCAK yang juga jejaring #SedekahRombongan binaan @abahlutung. Tengah malam kembali 1 kali bulak-balik ke depan gerbang Cikole melepas Wagub pulang ditemani Gus Nas dan para seksi keamanan yang berbekal lampu senter, momen indah yang entah kapan lagi kita bisa bersama beriringan bersama bang Deddy Mizwar yang juga berucap, “Malam ini saya bahagia bisa berkumpul dengan orang-orang kaya yang membahagiakan dhuafa…! Allahu Akbaaar… Terharu… Ingin menangis, ternyata kita ini orang-orang kaya, yang memiliki kekayaan jiwa yang tak terbatas…

2 Agustus 2015, jam 05.00 pagi. Baru saja aku tidur yang tak begitu nyaman selama 3 jam satu tenda berdua bersama kang @dadang_alatif. Kang @dadang_alatif yang memang sudah seminggu jelang hari H setia begadang bareng aku menyiapkan property milad, karna dingin yang mencapai dalam tenda hingga 16 derajat celcius, Aku terbangun dan melihat jam tangan… Terbangun karna mendengarkan suara beberapa orang yang sedang ramai berbicara mengelilingi api unggun, aku keluar tenda duluan dan niat mengambil wudhu untuk sholat subuh. Benar saja disana ada panitia-panitia cerewet: @nanabagio alias Ratna Komalawati alias Nana 1 alias Kokom dan @AkuoKawai alias dokter Widhi yang sedang SIDURU atau menghangatkan badan di depan kayu bakar yang menyala bersama teman-teman yang lain, sebagian lagi sedang sholat berjamaah pada tempat yang berdekatan. Ratna dan Widhi memang semalam izin akan pulang dini hari mendahului yang lain karna Ratna sorenya harus sudah dalam flight ke Korea dan Widhi harus sudah di Lampung besok untuk “SOEMPAH PENDOKTER”. Berombongan dengan Linda, Sahuri dan lainya merekapun pulang duluan, Thanks a lot ya Rat, Wid.. juga teh Lince yang selama ini mendukung Panitia on side behind the scene bareng Bunda Leutik @zerinabanu… Sukses acara semalam gara-gara kalian, gara-gara Nana 2 juga yang gak hadir karna sakit tapi semangatnya terasa, gara-gara Ery, Diah Ayu dan lainnya.

Hingga jelang siang, Udara masih dingin menghujam badan dan bau tanah bercampur rumput dan pepohonan tercium jelas akibat pancaran matahari. Satu persatu, puluh perpuluh hingga ratus perratus peserta izin meninggalkan lokasi milad sampai kami panitia menyelesaikan administrasi dengan pengelola Cikole Jayagiri Resort. Ada asa yang masih melekat tertinggal di pikiranku karna belum semua berkomentar, semoga para tamu puas dengan treatment kami para panitia, Panitia yang menjadi andalan acara, Panitia yang semuanya kerja keras dan Ikhlas. Semoga lelah ini tergantikan doa, pahala dan ilmu yang bermanfaat.

Terima kasih TIM SOLIDku, Panitia Milad 4 #SedekahRombongan… Sampai jumpa di Milad 5 di Semarang. I love you all…

From Kang Eded - Preman Pensiun
  


Monday, June 29, 2015

KADO ULTAH TERINDAH



MEMANG, nampaknya BAHAGIA bisa kita peroleh dari hidup kita yang kaya, serba memiliki, punya keluarga yang menyayangi, berprestasi di sekolah, berpendidikan yang tinggi dan dari universitas negeri dan bermutu, unggul di perusahaan... Seolah semua yang kita inginkan dapat kita raih dan jika belum semua kita dapatkan rasanya belum lengkap kebahagiaan itu mengisi rak prestasi kehidupan kita.

Saat itu tahun 2006, Aku masih bekerja di suatu perusahaan swasta dengan core business Telco Industry yang memiliki 200an Karyawan. Jabatanku Manajer Operasional dengan upah take home pay sebesar XX.000.000 perbulan, memimpin Technic Operational Department mencari income untuk keberlangsungan perusahaan melalui proyek infrastruktur selular. Rasanya tak ada yang kurang masa itu dengan gaji tersebut menghidupi istri dan 2 orang anak. Jadi idola karyawan, diperhatikan pimpinan, dihormati teman-teman, kerjanya meeting  dan inspeksi ke site, buat budgetary cost dan planning, entertain client, golf driving...

Sebagai perusahaan installation service, omzet pertahun cukup lumayan : 25-35 milyar setahun. Sangat luar biasa tanpa material contain keuntungan perusahaan mencapai 50% pertahun. Di situlah saya jadi public figure yang sangat dihormati karna prestasinya, sampai owner perusahaan berkata, “Kamu gak boleh sakit, kamu pergi sana ke dokter pribadi saya..!". Agak sombong bahasanya sampai gak boleh sakit, Kebetulan Dr. dr. Hermawan itu bekas dokter pribadinya mantan presiden Soeharto.

Potong kompas, Saat itu minggu awal Ramadhan datang… Tender Inbuilding Construction 2006 dimulai dan semua new and existing vendor memasukan dokumennya, tidak ketinggalan perusahaan aku. Begitu percaya diri dalam hati, pasti kita akan memimpin lagi karna 3 tahun berturut-turut selalu jadi yang terbaik, baik finansial maupun teknis isu.

Namun kenyataan yang didapat di luar dugaan, Tender diumumkan dan pemenangnya 8 perusahaan yang di dalam lisnya tidak terdapat perusahaanku, perusahaanku kalah dalam tender itu dan akulah orang yang pertama panik. Bagaimana aku melaporkan ini pada Bos, karyawan bakal banyak nganggur ini,  wah aku pasti kena damprat, bakal digampar bulak-balik deh...

Beribu-ribu perasaan takut, salah dan penuh tanda tanya saling bersahutan dalam kepala, “Mana mungkin kita yang selama ini leading dalam prestasi dan membawa kwalitas bisa kalah?”. Aku hampir saja membatalkan puasa, untuk memesan kopi dan menyulut rokok untuk saat itu dirasa lebih kongkrit menenangkan hati. Sampai di kantor aku sudah kedapatan lembaran konfirmasi dari faximil, konfirmasi pemenang dan pengalah tender yang sudah ditandatangani PETINGGI PERUSAHAAN SINGAPORE yang tersohor itu. Malas aku membacanya lagi...!. Terlintas pertanyaan kufur yang menguatkanku bertambah disorientasi, “Kehidupan rohaniku baru mulai belajar tertib, kenapa malah aku dijauhi rezeki yang berkah..? Saat Ramadhan pula… Allah itu jadi meragukanku lagi.

Tapi pikiran baik terus membelaku, aku gak boleh terus jatuh dan tengkurap, aku harus bangun dan gak boleh menampakan kesedihan… Aku ini pemimpin, pemimpin anak dan istriku, pemimpin departemen teknik perusahaanku. Maka aku malah sholat dan beribadah tambahannya makin diperhatikan, hingga saat setiap jamaah subuh hampir setiap hari air mata ini menetes dan betul-betul membasahi. Dalam alunan ayat alquran yang Imam sholat bacakan, selalu terganggu protes dari dalam hatiku dan pesan untuk sang maha pembolakbalik hati, “Tuhan, apapun ujian yang Kau berikan aku kan pasrah menerimanya namun tunjukan bahwa Kau pengampun, bahwa Kau pemberi kegembiraan… Aku perlu kebahagiaan, bukan harta tapi kebahagiaan hati yang engkau putuskan,”

Ramadhan hari ke sepuluh, batas akhir sepertiga bulan rahmat dan menyongsong sepuluh hari bulan pengampunan. Pagi itu bertepatan tanggal 4 Oktober 2006 adalah hari kelahiranku 37 tahun lalu, aku langsung bersedekah dengan melaksanakan dhuha sebelum berangkat kerja dan kupanjatkan ulang doa-doa yang mungkin Allah bosan mendengarnya.

Tiba-tiba selponku berdering dan aku langsung menjawabnya setelah ku yakin kenal dengan penelpon, Staf Procurement Perusahaan Singapore meminta aku segera datang ke kantornya. Kantor yang megah dan menjulang di seberang Monas yang menjadi land mark Jakarta… Niatku makin bersemangat kerja pagi ini, karna ada apanya procurement menelpon gak terlalu penting aku pikirkan. Toh tender sudah kalah, perusahaanku sudah jadi looser, yang terpenting bagiku harus tetap menyampaikan undangan buka bersama pada seluruh Divisi Project di Perusahaan Singapore itu sesuai rencana awal dan tetap mengalap berkah walau proyeknya kalah.

Masuk ke ruangan procurement sendirian karna adminku Sigit sengaja ku tinggalkan di ruang tamu, Ini meeting Group Head ternyata dan staf admin bukan kelasnya ketemu, ini kelasnya manager ke atas. 1 Group Head dan 3 Staf sudah ada di dalam, bingung… Ada apa ini?. Group Head Procurement langsung membuka pembicaraan meeting disaksikan beberapa manager, Dia langsung memintaku… “Pak, Bapak sengaja kami undang kesini karna kami perlu percepatan proyek, salah satu vendor mengundurkan diri karna tidak sanggup menjalankannya. Setelah kita rapatkan dan putuskan maka jika perusahaan bapak masih berminat ikut maka proyek akan kami berikan? Bagaimana?”.

Nafasku agak terhenti tarikannya, tak percaya ini mimpi atau nyata? Peserta tender yang surat konfirmasinya sudah ditandatangani oleh Pejabat Singapore sebagai peserta yang kalah, malah kini diralat. Lalu kujawab kesanggupannya dengan menyalami Bapak Group Head berulang-ulang. Aku keluar ruangan procurement sambil membawa bagian PO yang sudah ditandatangani bersama bernilai 8,6Milyar untuk diselesaikan time-frame 99 hari, ku temui Sigit di depan lobby dan tak sempat berkomunikasi karna aku langsung menangis dan bersujud syukur.

Pantai Ancol di Restoran Bandar Jakarta hingar bingar diisi suara music dan pengunjung, sekitar 250 orang dari karyawan kantorku dan para undangan buka bersama membuat meriah dan penuh rahmat jelang maghrib. Trending Topic saat itu tentang berita yang baru saja didapat atas keberhasilanku membawa manfaat perjuangan, Big Boss langsung menyambutku dengan pelukan, katanya, “Kalo doa orang banyak gak mungkin dicuekin Tuhan apalagi ini bulan puasa!”. Kata-kata berlogat betawi yang menggelitik diucapkan seorang big boss yang tidak seiman denganku tapi pernyataannya sungguh sangat beriman. Aku bertabayun dalam hati, walau kesimpulannya tetap karna Allah cuma dari mana penyebabnya? Apakah dari kesabaran, Ramadhan bulan rahmat, niat buka bersama atau terus berdoa hingga Allah bosan?. Yang pasti semuanya benar yakin dari Allah dengan semua ihtiar kita, aku diberi ujian diminta bersabar untuk memperoleh kebahagiaan. Caranya dibuat sulit dan berpikir dulu, meminta jalan keluar dari Allah.

Terasa hambar tak berasa… Saat Tuhan seolah tak menganggap kita, ya tanpa nafas Ilahi, tanpa ujian keimanan. Kecuali Kebahagiaan itu dapat kita rasakan saat melibatkan Tuhan, saat semua sendi kehidupan kita bermanfaat buat orang lain, Percuma punya uang banyak, ilmu yang tinggi tapi manifestasinya rendah. Orang lain tak dapat merasakannya. Terpentingnya lagi saat kita hadir orang lain akan bahagia walau tanpa harta dan tahta. Terpenting lagi dalam meraihnya tak ada yang gratis, semua lewat struggle of life, perjuangan yang berdarah-darah, bleeding... Karna nilai keberhasilan itu setidaknya melalui proses belajar yang berat dan diiringi doa ...

Sesuai SMS Rasulullah... Khoirunas Anfa’uhum Linnas... Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat buat orang lain...
Semoga kisah ini menjadi diinspirasi setelah membacanya, Kisah yang menurutku paling populer dalam hidupku, sebuah bantahan akan logika ilmu oleh keimanan, kisah tentang kekuatan bulan ramadhan. Ramadhan bulan penuh Rahmat, Maghfiroh dan dijauhi dari Api Neraka, bulan sebagai petunjuk kehidupan bulan-bulan selainnya. Semoga menjadi ilmu yang manfaat… Indahnya bila Ramadhan saat ini kita memperoleh kabahagiaan dari Allah, Amiin..

#SelamatBerpuasa

Kang Eded - Kurir #SedekahRombongan







Saturday, March 22, 2014

POLITIK ITU BURUK?


SEJAK kita mulai belajar di Sekolah Dasar dulu, kita anggap mulailah otak kita diformat oleh ILMU – Satu permulaan datangnya cakrawala pengetahuan mengisi sekat-sekat otak kita. Pelajaran Formal yang berstandar.pemerintah melalui departemen pendidikannya - bukan cuma membaca dan menulis yang kita peroleh namun juga kemudian ada beberapa pelajaran yang menuntun kita untuk dapat membuka dan melihat jendela dunia. Ada pelajaran Kesenian, Olah Raga, Sejarah, Ilmu Bumi, Agama dan lain-lainnya agar kita sebagai anak-anak kecil dulu dapat tumbuh besar dengan ilmu pengetahuan yang membentuk peradaban kehidupan kita.
Tak bisa dipungkiri dan silahkan bedakan, Jika kita dulu tak mengenyam bangku sekolah apa jadinya kita? Mungkin kita tidak akan memiliki pengetahuan yang segudang, berdampak diperlakukan tidak adil atau berprilaku yang kurang manusiawi dan hidup merasa terasing dengan cita-cita hanya cukup beroleh asal bisa makan dan bisa berkeluarga, merasa rendah diri dan merasa asing dalam komunikasi, Speechless.  Seperti Suku-suku yang hidup terbelakang yang masih ada di Indonesia, hanya menjadi obyek wisata penipuan oleh cukong-cukong yang merampas kekayaan alamnya. Itulah anugrah yang Allah berikan pada kita walau terkadang kita jarang berterima kasih padaNYA, diberi kemampuan berpikir dan bertindak, dapat membedakan besar dan kecil, tahu yang buruk dan yang baik, semuanya dengan ILMU.
Begitupun dalam menyikapi Politik, masih banyaknya opini buruk tentang makna politik - di obrolannya Warung Kopi,  Perkantoran, Pasar dan tempat-tempat lainnya. Padahal kita yakini interpretasi mereka tentang politik cuma didapat dominan dari media tentang pelakunya dan bukan tentang ilmunya yang harus dipelajari dan dimanifestasikan dengan baik. Dimana-mana citra POLITIK adalah KORUPSI, KOTOR dan KEJAM, begitulah kita mesti maklum melihat akibat non political will yang terjadi di masyarakat sebagian.
Pada semua organisasi kekuasaan besar yang ada di Planet Bumi yang disebut Negara, baik yang berbentuk Presidential, Kerajaan atau Monarki dan Presiden, Raja  atau Perdana Menteri sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan semuanya menggunakan Ilmu Politik untuk menjalankan sistemnya. 

Kata Teori Klasik Aristoteles, “Politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama”. Tak disadari pula oleh rakyatnya bahwa politik itu telah memasuki sendi-sendi kehidupan mereka sehari-hari. Peraturan dibuat oleh Negara, Keadilan diatur oleh Negara, Pangan Rakyat, Keamanan, Pajak dan Kesejahteraan Rakyat, semuanya merupakan harapan warga negara yang dirangkum dalam Politik Negara karna menyangkut urusan orang banyak.

Jadi Politik itu tidak buruk, jika kita menyadari kebaikan yang ada dalam berpolitik serta kita bergerak dan bertindak untuk kebaikan bersama politik. Sebaliknya,  jika kita tinggalkan maka politik akan diisi oleh ketidakadilan - karna orang-orang yang tidak baik dalam berpolitik akan mengisi ruang orang-orang baik yang meninggalkan politik. Serta apakah dengan kita menghindari politik lantas Negara ini akan baik?  
Sebagai contoh realitas, Saat ini Jakarta dan beberapa Provinsi di Indonesia secara umum sudah terlihat mulai memudahkan masyarakatnya dengan perolehan Fasilitas Berobat dan Persalinan serta Fasilitas Belajar yang dibiayai oleh Pemerintah, artinya Pemerintah mengatur kemudahan fasilitas tersebut untuk masyarakat adalah produk politik. Lalu sebaliknya, apakah dengan menyumpah serapahi politik keadaan akan lebih baik? Tentunya tidak…
Mari sejenak berkontemplasi tentang bagaimana peran kita sebagai mahluk Tuhan dalam hidup ini, Allah menciptakan kita dalam keadaan yang sudah luar biasa sempurna dan sangat  lebih baik jika dibandingkan dengan mahluk lain ciptaanNYA. Kita diberi akal dan pikiran untuk dipergunakan bagi kemaslahatan sesama manusia sebagai bentuk rasa syukur kita. Menyegerakan kebaikan dan menghilangkan keburukuan, Politik akan menjadi sesuatu kemaslahatan jika di dalamnya bersanding orang-orang yang baik – begitupun politik akan buruk jika dikuasai oleh orang jahat dan kejam. 
Maka mulailah kita berprasangka baik dengan politik dan kita melakukan kebaikan dalam berpolitik agar hidup kita luas maksimal bermanfaat untuk umat, Ber-amar ma’ruf nahi munkar. Di zaman apapun orang yang tidak amanah selalu menorehkan garis hitam di kehidupan, namun justru putusan pengadilan buat mereka karna hadirnya orang-orang amanah yang berpolitik dengan baik dan menghapusnya. 

Mari berpikir apa yang seharusnya dan bukan yang senyatanya, karna itu akan mempegaruhi tindakan berikutnya. Bagi kita yang masih diberi usia muda oleh Tuhan, buatlah Tuhan bangga dengan ciptaanNYA sendiri karena engkau berani berbuat lebih dari biasanya. Berbuatlah manfaat untuk merubah aroma politik menjadi harum. DIA memberi kita akal, kaki dan tangan bukan untuk berdiam diri dan membiarkan keburukan merajalela. DIA memberi kita yang muda ini nafas yang kuat, energy yang meluap-luap dan dan pikiran yang liar bukan untuk meratapi dan bangga dengan yang minimal saja. Wallahu ‘lam…

Endorsement untuk Boyke Hasiolan Simanjuntak – Sahabatku ALUMNI SMPN 42, Jakarta, 1984. 
Caleg PDIP DPRD, Pemilu 2014. DAPIL 3 DKI Jakarta.

Tuesday, March 18, 2014

UNTUK GURUKU...!



ANGIN EUPHORIA Pemilu 2014 Indonesia sangat kencang sekali berhembus saat ini, Tinggal beberapa minggu lagi kita akan merayakan Pesta Besar Demokrasi Bangsa ini, Bangsa yang penduduknya majemuk dan termasuk penduduk paling padat di DUNIA. Bagi sebagian besar rakyat Indonesia, Pemilihan Umum Nasional yang akan diselenggarakan serempak pada tanggal 9 April 2014 adalah paling mutakhir, untuk memilih Calon Anggota Legislatif sudah berulangkali terjadi sebelumnya secara regular dan diselenggaran sejak berdirinya Republik nan Indah ini - Republik yang mempunyai sumberdaya Alam dan Sumberdaya Manusia yang banyak diminati Negara-negara di dunia. 
HANYA saja pemahaman politik belum menciptakan transformasi yang seimbang baik antara Partai atau Wakil Rakyatnya dengan Rakyat atau si Pemilih, begitu juga sebaliknya. Partai begitu gencar menjanjikan angan-angan untuk kesejahteraan Rakyat yang dibingkai dalam orasi-orasi kampanye partai, namun yang terjadi banyak semua itu menjadi janji-janji semu yang tak terbayar saat Aleg dan para Senator itu terpilih, kasihan nasib rakyat – Secara tidak langsung dieksploitasi untuk kepentingan cita-cita sang wakil rakyat berdasi yang duduk di gedung DPR/DPRD dan lupa dengan janji-janjinya. Maka kembali lagi si RAKYAT hidup normal dalam kesengsaraan, berbelanja kehidupan yang mahal tak terjangkau untuk : Kesehatan, Pendidikan, Bahan Pokok dan apalagi Kesejahteraan.

BOLA PANAS Politik yang melambung pada kehidupan rakyat adalah menjadikan sebagian rakyat sudah tidak perduli lagi pada pemilu dengan partai dan wakil rakyatnya, hembusan Komunitas Partai tak berkantor bernama GOLPUTpun menjadi wadah menarik yang tak beresiko. Provokasi untuk bersikap skeptis, apriori dan memilih golput santer beredar melalui media sosial, gadget dan alat komunikasi cepat yang ada saat ini. Entah… Apakah akan jadi manfaat atau madharat…?. Dalam bahasa Latin ada istilah, “PARS PRO TOTO” yang artinya “Sebagian Yang Mencerminkan Keseluruhan” – Mungkin itulah yang dipahami semua, Gara-gara beberapa orang korupsi, Partainya langsung dipandang berwarna hitam dan tak ada lagi harapan rakyat mencari partai yang dipercaya – Baik yang berbasis Nasionalis, Sekuler maupun Agama. Ditambah lagi kurangnya pengenalan ke bawah tentang siapa sesungguhnya calon anggota dewan yang akan mereka pilih, berinteraksi dan sama-sama memikirkan perbaikan masalah yang selama ini membebani rakyat di wilayahnya.

PARADOKS memang, Saat Negara menyediakan dana trilyunan untuk belajar pendidikan memilih pemimpin yang amanah dan baik namun disikapi dengan pesimistik. Maka gerakan anti golputpun menjadi penyeimbang untuk rakyat yang masih mengharapkan secercah cahaya di kegelapan, Mengajak rakyat untuk terus berASA merubah negeri ini lebih baik ke depannya. Lewat “YUK JANGAN GOLPUT…”.

TIDAK FAIR memang, Saat rakyat diprovokasi untuk tidak GOLPUT sementara Partai dan Wakil Rakyatnya terus menerus menahun tidak ISTIQOMAH memegang amanah. Sehingga sulit sekali saat ini mencari partai yang tidak korupsi. Utamanya jatah pendidikan dan kesehatan rakyat jadi berkurang karna disedot oleh koruptor yang ada di hulu hingga hilir, bahkan KPK menggolongkan Korupsi sebagai Kejahatan Kemanusiaan – Seperti membunuh atau lainnya yang mematikan manusia.
SAYA pun sama merasakan situasi itu sebagai rakyat, menjadi berperasaan yang disorientasi, “Ikut mencoblos atau Golput saja?. Jika Golput menang maka konstituen di DPR akan berkurang… dan Pemilu batal, Negara akan mengeluarkan biaya lagi untuk mengulang atau DPR nanti akan dikuasai oleh orang yang tidak amanah?”.  Haduuhhh binguuung… “Ah pasti masih ada banyak orang-orang yang semangat dan amanah menjadi anggota legislatif untuk kepentingan rakyat…!”. – Ya yang terakhir menjadi pencerahan buat saya pilih, minimal memberikan contoh yang baik buat  keluarga saya yang wajib mencintai Indonesia. Hitung-hitungan kecilnya adalah: Kami belum memberikan apa-apa buat Negara ini tapi Negara tetap memperhatikan kami walau belum sempurna…

BERAWAL dari pertemuan dengan mantan Guru Olahraga di SMPN 42 Jakarta, Pak ADI DASMIN. Kami sengaja janjian di daerah asal tempat kami dulu berperan sebagai Guru dan Murid, di PADEMANGAN – Dulu sekali, Tahun 1981 hingga 1984. Ia bercerita saat ini umurnya sudah 60 tahunan dan sudah pensiun belajar mengajarnya, Begitu juga Istrinya yang juga mantan Guru Ekonomi saat saya menuntut ilmu di SMP yang sama. Ujung pertemuan ramah tamah kami, beliau menceritakan maksudnya ikut berpartisipasi menjadi Calon Anggota Dewan (DPRD Jakarta) di salah satu Partai peserta Pemilu 2014 adalah ingin memberikan kontribusi kebaikan pada rakyat. “Anak-anak saya semua sudah mapan dan menikah, Saya dan Istripun sudah memiliki investasi dan pensiun yang sangat cukup untuk kami berdua. Saya prihatin melihat banyak anak-anak yang masih tidak bersekolah di kawasan Utara Jakarta”. Begitu kata beliau yang satu saat jika niatnya terkabul akan mengurusi masalah Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan.

“IBADAH dan Pengabdian melalui pekerjaan sudah saya lewati beserta Istri hampir 43 tahun lamanya, Maka saya ingin mengisi sisa umur saya terus dengan kebaikan yang Allah SWT sebarkan di hadapan kita berupa hubungan yang baik sesama manusia. Saya ingin bermanfaat, seperti pesan Rasulullah, “Manusia yang baik adalah yang bermanfaat untuk manusia lainnya”. Memperbaiki lingkungan sosial serta pendidikannya bisa kita lakukan sendiri dan saya yakin dengan partai yang mengusung saya akan lebih besar lagi pencapaian kebaikannya karna dilakukan bersama rakyat, Saya akan yakinkan kepada semua pemilih saya dan rakyat semua bahwa saya bisa berbuat baik untuk negeri ini dengan tidak korupsi dan membohongi rakyat”. Hidup jangan frustasi, agar jiwa ini bahagia dan bermanfaat buat alam… 


BEGITUlah, Pertemuan saya dengan Drs.H.Adi Dasmin, Mantan guru SMPN 42 Pademangan Jakarta, yang masih optimis bercita-cita untuk memajukan Negara melalui PENDIDIKAN, mempunyai cita-cita luhur pada bangsa ini. Tanpa sungkan beliau memohon doa dan dukungan untuk kesuksesan beliau agar terpilih menjadi Anggota Dewan dan tanpa janji apapun kecuali memperbaiki dunia pendidikan yang selama ini menjadi niatnya. Saya putuskan, buat saya tak ada salahnya untuk mendukung orang yang berniat baik apalagi mantan guru saya seperti pak Adi Dasmin. Semoga pak Adi diberikan kesehatan untuk menjalankan amanah rakyat 5 tahun ke depan jika terpilih nanti, Insya Allah kita akan terus mendukung dan berdoa selalu agar terkabul cita-citanya mendidik rakyat yang tidak mampu. Amiin.  


Penulis, Dede Syaefudin adalah Alumni SMPN 42, Jakarta 1984.